My Blog


Nilai seikat kembang
September 15, 2008, 4:00 am
Filed under: Uncategorized | Tags:

A beautiful message from a friend :

 Seorang pria turun dari sebuah mobil mewah yang  diparkir di depan kuburan umum.

  Pria itu berjalan menuju pos penjaga kuburan. Setelah  memberi salam, pria yang ternyata adalah sopir itu  berkata,
  “Pak, maukah Anda menemui wanita yang ada di mobil  itu? Tolonglah Pak,karena para dokter mengatakan  sebentar lagi beliau akan meninggal!”

  Penjaga kuburan itu menganggukkan kepalanya tanda  setuju dan ia segera berjalan di belakang sopir itu.

  Seorang wanita lemah dan berwajah sedih membuka pintu  mobilnya dan berusaha tersenyum kepada penjaga kuburan  itu sambil berkata,
  ” Saya Ny . Steven. Saya yang selama ini mengirim uang  setiap dua minggu sekali kepada Anda. Saya mengirim  uang itu agar Anda dapat membeli seikat kembang dan  menaruhnya di atas makam anak saya. Saya datang untuk
  berterima kasih atas kesediaan dan kebaikan hati Anda.   
  Saya ingin memanfaatkan sisa hidup saya untuk  berterima kasih kepada orang-orang yang telah menolong  saya.”

  “O, jadi Nyonya yang selalu mengirim uang itu? Nyonya,  sebelumnya saya minta maaf kepada Anda. Memang uang  yang Nyonya kirimkan itu selalu saya belikan kembang,  tetapi saya tidak pernah menaruh kembang itu di pusara  anak Anda.” jawab pria itu.

  “Apa, maaf?” tanya wanita itu dengan gusar.

  “Ya, Nyonya. Saya tidak menaruh kembang itu di sana  karena menurut saya, orang mati tidak akan pernah  melihat keindahan seikat kembang.

  Karena itu setiap kembang yang saya beli, saya berikan  kepada mereka yang ada di rumah sakit, orang miskin  yang saya jumpai, atau mereka yang sedang bersedih.   
  Orang-orang yang demikian masih hidup, sehingga mereka  dapat menikmati keindahan dan keharuman  kembang-kembang itu, Nyonya,” jawab pria itu.

  Wanita itu terdiam, kemudian ia mengisyaratkan agar  sopirnya segera pergi.

  Tiga bulan kemudian, seorang wanita cantik turun dari  mobilnya dan berjalan dengan anggun ke arah pos  penjaga kuburan.

  “Selamat pagi. Apakah Anda masih ingat saya? Saya Ny . Steven. Saya datang untuk berterima kasih atas nasihat  yang Anda berikan beberapa bulan yang lalu. Anda benar  bahwa memperhatikan dan membahagiakan mereka yang  masih  hidup jauh lebih berguna daripada meratapi mereka yang
  sudah meninggal.

  Ketika saya secara langsung mengantarkan  kembang-kembang itu ke rumah sakit atau panti jompo,  kembang-kembang itu tidak hanya membuat mereka
  bahagia,  tetapi saya juga turut bahagia.

  Sampai saat ini para dokter tidak tahu mengapa saya  bisa sembuh, tetapi saya benar-benar yakin bahwa  sukacita dan pengharapan adalah obat yang memulihkan  saya!”

  Jangan pernah mengasihani diri sendiri, karena  mengasihani diri sendiri akan membuat kita  terperangkap di kubangan kesedihan. Ada prinsip yang
  mungkin kita tahu, tetapi sering kita lupakan, yaitu  dengan menolong orang lain sesungguhnya kita menolong  diri sendiri.



Seorang anak
September 14, 2008, 3:56 pm
Filed under: Uncategorized | Tags:

Tuhan Yesus yang terkasih,

Ketika kupandang anakku, dengan segala tingkah lakunya, aku tersenyum teringat betapa akupun seperti itu terhadapMu. Berusaha mencoba berkali-kali merajuk, mengambil hati Bapa, menangis, merengek, dll meski kadang juga nakal, berusaha memberontak dan berusaha tidak mendengar teguran….tetapi Engkau yah Tuha, betapa dengan segala kasihMu yang tak berkesudahan, kembali datang dan datang padaku, kembali kau pegang tanganku, kau usap air mataku dan kau tenangkan aku dan terus kau berikan penghiburan dan Engkau selalu katakan bahwa “sekali-sekali Engkau tak akan pernah meninggalkan aku”. Itulah yang menjadi kesukaanku dan yang menjadikan damai di hatiku, karena aku tahu bahwa aku tak pernah berjalan seorang diri, Engkau selalu ada dan dekat denganKu, dengan anak-anakMu yang terus berseru memanggil namaMu.

Seperti juga kepada seorang anak, selalu kukatakan pada John baha aku selalu disini. Selalu adekat dihatiku dan tak akan pernah 1 halpun kuijinkan melukai dia. Begitu kasihku pada dirinya, tak dapat kubayangkan betapa kasihMu padaku. Aku mengerti ila Engkau rela mati bagi kami karena Engkau ingin kami selamat.

Betapa aku bersyukur memiliki Bapa sepertiMu. ak dapat kubayangkan apa yang telah Kau perbuat bagiku, apa yang kuperbuat bagi anakku tak dapat dibandingkan dengan segala pengorbananMu. Tuhan….betapa aku beruntung memilikiMu

Kuada, sebagaimana kuada. Berdiri menghadap tahtaMu Bapa, semua karena anugerhaMu yang telah selamatkanku. Tercurah bagiku. Besar anugerahMu, berlimpah kasihMu, semakin hari smakin bertambah besar anugerahMu.



Keluarga yang terpisahkan oleh jarak
September 13, 2008, 8:15 am
Filed under: Uncategorized | Tags:

Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan pembawa berita, yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik, yang mengabarkan berita selamat dan berkata kepada Sion: “Allahmu itu Raja!”

Dapat aku bayangkan Tuhan, betapa sulit sebuah keluarga bila dipisahkan oleh jarak. Entah karena hal apa….tapi itu ada dan seringkali tak dapat dihindari, bahkan seringkali juga menjadi keputusan yang “terbaik” kata mereka. Apapun alasan mengapa sampai terjadi keluarga-keluarga ini terpisahkan oleh jarak, saat ini Tuhan saya mau meminta ya Allah, agar kiranya Engkau mengirimkan seseorang kedalam kehidpuan mereka yang dapat menjadi penghiburan bagi mereka semua dan terlebih dapat memberitakan kabar baik bagi yang belum mengenak kabar baik dan keselamatan dari padaMu. Tolong kami menyadari akan orang-orang disekitar kami yang membutuhkanMu. Meskipun keluarga mereka jauh….tolong mereka menyadari bahwa Engkau tak pernah jauh.

Aku bersyukur untuk keluargaku hari ini.



Hingga Tetes Terakhir
July 21, 2008, 8:48 pm
Filed under: Religion
Pasar malam dibuka di
sebuah kota . Penduduk menyambutnya dengan gembira.
Berbagai macam permainan, stand makanan dan pertunjukan diadakan. Salah satu
yang paling istimewa adalah atraksi manusia kuat.

Begitu banyak orang setiap
malam menyaksikan unjuk kekuatan otot manusia kuat ini.
Manusia kuat ini
mampu melengkungkan baja tebal hanya dengan tangan telanjang. Tinjunya dapat
menghancurkan batu bata tebal hingga
berkeping-keping.

Ia mengalahkan semua pria
di kota itu dalam lomba panco. Namun setiap kali menutup
pertunjukkannya ia hanya memeras sebuah jeruk dengan genggamannya. Ia memeras
jeruk tersebut hingga ke tetes terakhir.

‘Hingga tetes terakhir’,
pikirnya.
Manusia kuat lalu menantang para penonton: "Hadiah yang besar
kami sediakan kepada barang siapa yang bisa memeras hingga keluar satu tetes
saja air jeruk dari buah jeruk ini!"
Kemudian naiklah seorang lelaki,
seorang yang atletis, ke atas panggung. Tangannya kekar. Ia memeras dan
memeras… dan menekan sisa jeruk… tapi tak setetespun air jeruk keluar.
Sepertinya seluruh isi jeruk itu sudah terperas habis. Ia gagal. Beberapa pria
kuat lainnya turut mencoba, tapi tak ada yang berhasil. Manusia kuat itu
tersenyum-senyum sambil berkata : "Aku berikan satu kesempatan terakhir, siapa
yang mau mencoba?"
Seorang wanita kurus setengah baya mengacungkan tangan
dan meminta agar ia boleh mencoba. "Tentu saja boleh nyonya. Mari naik ke
panggung." Walau dibayangi kegelian di hatinya, manusia kuat itu membimbing
wanita itu naik ke atas pentas. Beberapa orang tergelak-gelak mengolok-olok
wanita itu. Pria kuat lainnya saja gagal meneteskan setetes air dari potongan
jeruk itu apalagi ibu kurus tua ini. Itulah yang ada di pikiran penonton.

Wanita itu lalu mengambil jeruk dan menggenggamnya. Semakin banyak
penonton yang menertawakannya. Lalu wanita itu mencoba memegang sisa jeruk itu
dengan penuh konsentrasi. Ia memegang sebelah pinggirnya, mengarahkan ampas
jeruk ke arah tengah, demikian terus ia ulangi dengan sisi jeruk yang lain. Ia
terus menekan serta memijit jeruk itu, hingga akhirnya memeras… dan "ting!"
setetes air jeruk muncul terperas dan jatuh di atas meja
panggung.

Penonton terdiam
terperangah. Lalu cemoohan segera berubah menjadi tepuk tangan
riuh.

Manusia kuat lalu memeluk
wanita kurus itu, katanya, "Nyonya, aku sudah melakukan pertunjukkan semacam ini ratusan kali. Dan, banyak orang pernah mencobanya agar bisa
membawa pulang hadiah uang yang aku tawarkan, tapi mereka semua gagal. Hanya
Anda satu-satunya yang berhasil memenangkan hadiah itu.

Boleh aku tahu, bagaimana
Anda bisa melakukan hal itu?"

"Begini," jawab wanita itu, "Aku adalah
seorang janda yang ditinggal mati suamiku. Aku harus bekerja keras untuk mencari
nafkah bagi hidup kelima anakku.

Jika engkau memiliki
tanggungan beban seperti itu, engkau akan mengetahui bahwa selalu ada tetesan
air walau itu di padang gurun sekalipun. Engkau juga akan
mengetahui jalan untuk menemukan tetesan itu. Jika hanya memeras setetes air
jeruk dari ampas yang engkau buat, bukanlah hal yang sulit bagiku".

Selalu ada tetesan setelah tetesan terakhir. Aku telah ratusan kali
mengalami jalan buntu untuk semua masalah serta kebutuhan yang keluargaku
perlukan.

Namun hingga saat ini aku
selalu menerima tetes berkat untuk hidup keluargaku. Aku percaya Tuhanku hidup
dan aku percaya tetesan berkat-Nya tidak pernah kering, walau mata jasmaniku
melihat semuanya telah kering. Aku punya alasan untuk menerima jalan keluar dari
masalahku. Saat aku mencari, aku menerimanya karena ada pribadi yang
mengasihiku.

"Bila Anda memiliki alasan yang cukup kuat, Anda akan menemukan
jalannya", demikian kata seorang
bijak.

Seringkali kita tak kuat melakukan sesuatu karena tak memiliki
alasan yang cukup kuat untuk menerima hal tersebut. (Bits & Pieces, The
Economics Press)



Untuk segala sesuatu ada waktunya
June 11, 2008, 10:43 pm
Filed under: Religion

Ketika
mataku terbuka di pagi ini, entah mengapa ada sebuah sukacita baru yang
menyelimuti hatiku. Ada semangat baru, ada harapan-harapan baru dan aku
bersukacita karenanya. Sebab DIA sudah memberiku sukacita yang tidak
dapat dilukiskan dengan kata, ada damai dihatiku. Dan ketika aku buka
juga bacaan firman hari ini, betapa itu sungguh-sungguh memberikan pen
gharapan dan kelegaaan bagiku dan aku semakin menyadari bahwa segala
seasuatu didunia ini memang ada waktunya dan waktuku bukanlah waktuNya
melain waktuNya adalah waktu yang tepat bagiku.

"Untuk
segala sesuatu ada masanya, untuk apapun dibawah langit ada waktunya.
Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk
menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam, ada waktu untuk
membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan; ada waktu untuk merombak, ada
waktu untuk membangun; ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk
tertawa; ada waktu untuk meratap, ada waktu untuk menari; ada waktu
untuk membuang batu, ada waktu untuk mengumpulkan batu; ada waktu untuk
memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk; ada waktu untuk
mencari, ada waktu untuk membiarkan rugi;  ada waktu  untuk menyimpan,
ada waktu  untuk membuang; ada waktut untuk merobek, ada waktu untuk
menjahit; ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara; ada
waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci; ada waktu untuk
perang, ada waktu untuk damai…Ia membuat segala sesuatu indah pada
waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi
manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal
sampai akhir. Aku tahu bahwa untuk mereka tak ada yang lebih baik
daripada bersuka-suka dan menikmati kesenangan dalam hidup mereka. Dan
bahwa setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam
segala jarih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah. (Pengkotbah 3 :
1-13)



Sang Anak
December 26, 2007, 11:38 am
Filed under: Religion

SANG ANAK

Ada seorang pria, termasuk anak lelakinya, suka mengkoleksi karya seni yang langka. Mereka memiliki seluruh koleksi karya seni yang pernah ada, dari Picasso sampai Raphael. Bapa dan anak ini seringkali duduk bersama dan mengagumi keindahan karya-karya seni tersebut.

Ketika terjadi perang Vietnam, anak lelaki ini diutus ke medan peperangan. Seorang pemuda yang gagah berani dan gugur di medan perang ketika ia sedang menyelamatkan jiwa prajurit lain. Hati ayahnya hancur ketika ia mendengar hal tersebut, menangisi kepergian anak tunggalnya.

Sebulan kemudian, sesaat sebelum hari Natal, terdengar sebuah ketukan di pintu rumahnya. Seorang anak muda berdiri di depan pintu membawa sebuah bingkisan besar. Dan berkata, "Tuan, Anda tidak mengenal saya, tetapi saya adalah prajurit yang diselamatkan oleh anak Anda.. Ia menyelamatkan banyak jiwa hari itu, dan ia sedang menggendongku ke tempat yang aman ketika ia ditembak, tepat terkena di hatinya.. dan ia meninggal seketika. Anak Tuan seringkali berbicara tentang Anda dan kecintaan Anda terhadap karya seni." Kemudian anak muda itu menyerahkan bingkisan yang dibawanya. "Saya tahu pemberian saya ini tidak terlalu banyak. Saya bukanlah seniman yang hebat, tetapi saya rasa anak Tuan akan menginginkan Tuan memilikinya."

Si Ayah membuka bingkisan tersebut. Lukisan itu adalah lukisan anaknya, yang dilukis sendiri oleh prajurit muda itu. Ia terbelalak kagum menatap lukisan anaknya, bagaimana prajurit muda itu mampu menangkap kepribadian anaknya, dan menuangkannya dalam lukisan. Dan perhatian sang ayah juga tertarik pada sinar mata anaknya, membuatnya begitu terharu sehingga ia meneteskan air mata.

Sang ayah mengucapkan terima kasih kepada prajurit muda tersebut dan menawarkan uang untuk menggantikan hadiah itu. "Oh, tidak Tuan.. Saya tidak akan pernah mampu membayar kembali kebaikan anak Tuan. Ini adalah hadiah.."

Lukisan itu kemudian digantungkan di ruang tamunya. Setiap kali tamu berkunjung ke rumahnya, ia menunjukkan mereka lukisan anaknya terlebih dahulu, sebelum ia menunjukkan koleksi seninya yang lain.

Dan beberapa bulan kemudian, sang ayah meninggal dunia. Dan diadakan lelang besar untuk koleksi lukisannya. Orang-orang kaya dan terhormat datang berkumpul, merasa senang bahwa pada akhirnya mereka mempunyai kesempatan untuk memiliki karya-karya seni yang langka sebagai koleksi mereka.

Lukisan sang anak diletakkan di atas mimbar. Pelelang kemudian memukulkan palunya, "Lelang akan dimulai dengan lukisan sang anak. Siapa yang akan menawar lukisan ini?"

Ruangan tersebut tiba-tiba hening. Dari arah belakang terdengar suara, "Kami ingin melihat lukisan-lukisan terkenal! Lewati lukisan ini!"

Tetapi pelelang tetap berkata, "Apakah ada yang menawar lukisan ini? Dimulai dari $100? $200?"

Terdengar suara lain yang mulai marah, "Kami tidak datang untuk melihat lukisan ini. Kami mau melihat Van Gogh, Rembrandt.. Jangan main-main. Mulailah serius!"

Namun, pelelang tersebut tetap berkata, "Sang Anak! Sang Anak! Siapa yang akan mengambil Sang Anak?". Akhirnya, terdengar suara dari belakang ruangan. Suara tukang kebun keluarga tersebut. "Aku akan berikan $10 untuk lukisan itu." Karena ia miskin, ia hanya sanggup memberikan $10.

"Ada $10! Siapa yang akan menawar $20?"

"Biarkan ia membayar $10! Sekarang ayo perlihatkan kami lukisan yang lain!"

"$10! Siapa yang akan menawar $20?"

Para tamu mulai marah. Mereka tidak ingin melihat lukisan sang Anak. Mereka hendak mengeluarkan uang dan menginvestasikannya pada koleksi lukisan yang langka dan mahal!

Si pelelang memukul-mukulkan palunya ke atas meja, "Satu! Dua! TERJUAL untuk $10!" Seorang pria yang duduk di barisan kedua mulai berteriak, "Sekarang ayo serius mulai dengan pelelangan ini!!!"

Pelelang itu kemudian meletakkan palunya. "Maaf. Acara lelang sudah berakhir."

"Apa?? Bagaimana dengan lukisan-lukisan yang lain??"

"Maaf. Ketika saya diminta untuk mengadakan lelang ini, saya diberitahukan bahwa acara lelang ini adalah salah satu rahasia untuk dilakukan dalam surat wasiatnya. Dan saya tidak boleh membuka rahasia tersebut sampai acara ini berakhir. Hanya lukisan sang anak yang boleh dilelang. Siapa yang membeli lukisan tersebut akan memiliki seluruh harta kekayaannya, properti, tanah, termasuk seluruh koleksi lukisannya. Bapak yang membeli lukisan sang Anak memperoleh semuanya!!

Tuhan memberikan AnakNya 2.000 tahun yang lalu untuk mati di kayu salib. Seperti pelelang tersebut berkata, pesan hari ini adalah "Sang Anak, sang Anak!! Siapa yang mau mengambil sang Anak?" Karena Anda lihat, siapa yang mengambil Sang Anak memperoleh semuanya.



Suatu hari
October 8, 2007, 3:00 pm
Filed under: Uncategorized

Suatu hari, disalah satu kota, disebuah negara. Ketika aku dipertemukan dengan orang-orang yang begitu menarik untuk disimak, untuk dikenal. Dimana ada masanya aku yang menjadi tertuduh meski tak sedikitpun aku tahu apa penyebabnya. Tetapi aku tetap belajar berkata biarlah…..karena aku berasal dari Kebenaran.
Lalu suatu hari, disebuah tempat, disebuah kota, disebuah negara. Ketika banyak hal aku pelajari, dari berbagai macam ragam manusia hingga aku meminta ajar aku Tuhan menghitung hari-hariku sedemikian rupa sehingga aku beroleh hati yang bijaksana.  Tiada pernah ada satupun yang kuinginkan dihati selain suatu hari, yang menjadi hari berarti bagiku. Karena hari kemarin, hari ini dan besok adalah suatu hari didalam kehidupanku yang selalu mengandung arti. Yang selalu mengajarkan aku akan banyak hal, yang kerap kali membuatku berkata suatu hari ini adalah sebuah berkat tak terhingga karena aku tak pernah tahu kapan suatu hari itu, dimana tidak ada lagi suatu hari karena suatu hari nanti aku akan kembali kerumah Bapa.
Suatu hari aku belajar, bahwa yang kuingin bukan menyukakan manusia, melainkan hati Bapa. Hingga pada suatu hari itu, aku memutuskan untuk mulai mengurangi segala hal-hal yang menguras waktuku, dan aku mau lebih banyak menyediakan waktu yang telah diberikan padaku itu menjadi suatu hari yang penuh arti bagiku.



Kenangan Cinta
August 12, 2007, 11:13 am
Filed under: Uncategorized

Roda-roda kehidupan terus berputar
melaju kedepan dengan pasti
tinggalkan yang lalu dengan yakin
namun…kenangan cinta tak mungkin terlupa
terus terbawa sampai dan dimanapun
Sejuta sukanya…
sejuta pula dukanya…
tetapi semua terpahat indah direlung kalbuku
Tak mungkin kulupakan
tak akan pernah aku lepaskan
sampai kapanpun jua



My Dog
July 23, 2007, 7:07 am
Filed under: Uncategorized

Lebih dari 15 tahun Brownie doggyku tinggal bersama kami. Aku teringat ketika papaku membawanya kerumah, suatu sore sepulang dia dari kerja digendongan tangannya diatas sepeda. itu kita-kira ditahun 1992. Jadi kalau sebagai manusia Brownie itu sekarang berusia kira-kira 90 tahun, bila aku gak salah 1 tahun doggy itu seperti 6 tahun manusia (atau 8 tahun…entah aku lupa) Tapi yang jelas, kami semua hari ini merasa sedih dan kehilangan my brownie.
Over 15 years Brownie my dog stayed with us. I remembered when my father took him home in his hand on a bicycle one evening when he got back from his work. It was in 1992. So if we times 6 years and the different age in human being and  a dog is 1 year dog is like 6 years or 8 years human (I think-I forgot), it meant brownie was about 90 years old. We all felt very sad and lost him.
Yap….pagi hari ini my brownie sudah meninggalkan kami semua. Ketika papa menelephone dengar kabar kematiannya itu, aku sedang di Gaint supermarket-Semanggi Plaza. Tak kusadari perasaan miris masuk kehatiku dan setitik air mata menetes dipipiku. Kemarin kami mendapat kabar bahwa brownie sakit, tidak mau makan dan menangis sepanjang hari, tadi pagi papa memutuskan untuk kembali kerumah melihatnya ternyata brownie sudah mati, didalam kesendiriannya.
Yes…this morning, my brownie left all of us. When my father called and told us the sad news, I was in Giant Supermarket-Plaza Semanggi. I didn’t realize, I felt very very sad and a drop of tear came from my eye. She was sick yesterday so this morning my father decided to go back home but it was too late, brownie had gone in her loneliness.
Kasih…aku rasa yang membuat perasaan itu hidup. Terhadap apapun dan siapapun. Mungkin bagi sebagian orang mereka mentertawakan, merasa lucu menangisi sesuatu seperti seekor piaraan, seperti brownie ku. Tapi aku rasa itu dikarenakan setiap perasaan manusia berbeda. Tali kasih itu…dapat terjalin kepada apa saja dan siapa saja dan itu keluarnya memang dari dalam hati, kadang tanpa kita sadari. Aku sedih dan kehilangan tapi aku juga senang karena brownie ku tidak menderita lagi. Satu hal yang sepertinya kecil didalam hidup ini telah aku ambil sebagai pelajaran besar hari ini. Kasih…..yang ada dihati manusia.
Love….I think that what make our feeling alive. Love to anything or anybody. Maybe….for some people, they laugh when they heard or know that we are crying of something that we have lost or die. Something like animal like my brownie. But I think is because everybody feelings are different. Love….can happen to anything or anybody and it comes from the heart, sometimes without we realize at all. I felt sad and lost but I also happy because my brownie is not suffer anymore. One thing that I learned today from life is Love…..is in everybody’s heart. To anything…not only human being.



From a friend-One Flaw In Women
July 19, 2007, 7:57 am
Filed under: Uncategorized

This is for all my beautiful friends……
One Flaw In Women

Women have strengths that amaze men.

They bear hardships and they carry burdens,

but they hold happiness, love and joy.

They smile when they want to scream.

They sing when they want to cry.

They cry when they are happy

and laugh when they are nervous.

They fight for what they believe in.

They stand up to injustice.

They don’t take "no" for an answer

when they believe there is a better solution.

They go without so their family can have.

They go to the doctor with a frightened friend.

They love unconditionally.

They cry when their children excel

and cheer when their friends get awards.

They are happy when they hear about

a birth or a wedding.

Their hearts break when a friend dies.

They grieve at the loss of a family member,

yet they are strong when they

think there is no strength left.

They know that a hug and a kiss

can heal a broken heart.

Women come in all shapes, sizes and colors.

They’ll drive, fly, walk, run or e-mail you

to show how much they care about you.

The heart of a woman is what makes the world keep turning.

They bring joy, hope and love.

They have the compassion and ideas.

They give moral support to their

family and friends.

Women have vital things to say

and everything to give.

HOWEVER, IF THERE IS ONE FLAW IN WOMEN,

IT IS THAT THEY FORGET THEIR WORTH.